Silaturahim Nasional Pemuda MTA dan Pelantikan Pengurus Imamta

IMG-20170708-WA0004

Tanggal 8 Juli 2017 lalu Pemuda MTA dan IMAMTA mengadakan acara Silaturahim Nasional Pemuda MTA dan Pelantikan Imamta yang diikuti oleh 1359 peserta. Acara dimulai pada pukul delapan pagi dan bertempat di gedung pusat MTA. Acara diawali dengan pembacaan Al-Quran oleh Ari Ismail, lalu disusul dengan pengisian motivasi dari ketua 2 pemuda pusat yakni Dr. Amir Husni S.Pi., M.P. Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari tim dakwah online tentang pentingnya penggunaan media sosial dalam dakwah. Setelah presentasi tersebut, acara dilanjutkan dengan pelantikan pengurus Imamta dengan sambutan dari ketua pemuda MTA yakni Dr. Eng. Wahyul Amin Syafei, ST, MT.

Dalam daftar kepengurusan yang baru, Ketua Umum masih dipegang Ari Ismail melanjutan kepengurusan tahun lalu, dibantu oleh wakil ketua umum yakni Sholahuddin Al Ayubi dan Khatman Hasan. Dalam kepengurusan baru ini terdapat jabatan ketua regional. Diantaranya ialah ketua regional UNS, yakni Abdullah Jaelani. Ketua regional UMS, yakni Sopiyan dan IAIN yang dijabat oleh Dwi Raharjo.

IMG-20170708-WA0003

Jabatan sekertaris dijabat oleh Akbar Maulana Utama dibantu oleh Muhammad Ilyas. Kemudian Bendahara dijabat oleh Dzulfiqar Ahmad dan Galih. Untuk Sie Dakwah dan Keilmuan diketuai oleh Fairus Izzudin dibantu oleh Shaffan Burhan dan Muhammad Mukhtar. Senbtara itu Sie Kominfo dijabat oleh Nur Wahid Hasan dibantu oleh Muhammad Yusuf. Lalu Sie Kaderisasi dijabat oleh Muhammad Naufal Syarifudin dan Shifaul Falah. Kemudian yang terakhir bidang Bakat Minat dijabat oleh Aulia Fathurahman dan dibantu oleh Gunna Musa Rantau.

Acara pelantikan dan foto bersama pengurus Imamta baru dan kepemudaan dengan Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina dilanjutkan dengan pengisian oleh beliau Al-Ustadz. Dalam tausiyahnya Al-Ustadz berpesan agar para pemudia tak bosan-bosannya berdakwah. Seusai tausiyah, acara ditutup dengan sholat dzuhur berjamaah dan acara makan bersama dalam rangka silaturahim dan pengakraban pemuda MTA.

Selanjutnya beliau berpesan kepada peserta yang hadir untuk mensyukuri nikmat Allah SWT, dengan mengutipkan QS. Luqman ayat 12 :
وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.

Al-Ustadz juga menyampaikan agar hadirin pada pengajian hari itu untuk senantiasa bergaul dengan para pecinta ngaji, sebagaimana dalam surat Al-Kahfi ayat 28
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطاً
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.

Sementara itu dalam surat Al-Anfal ayat 28, Al Ustadz juga menyampaikan agar kita tidak silau akan gemerlap dunia dan lalai dari mengingat Allah, apalagi menuruti hawa nafsu.

وَاعْلَمُواْ أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللّهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.

Dalam hal keimanan, Al-Ustadz berpesan bahwa untuk memupuk keimanan, hendaknya janganlah bergaul dengan mereka yang lalai akan perintah Allah dan bergaullah dengan mereka yang mencintai Allah. Dengan iman yang subur, kecintaan terhadap Al-Quran akan makin meningkat dan akan memudahkan dalam mengerti dan memahami pokok-pokok ajaran Islam.

Al-Ustadz juga menambahkan, agar Imamta dan Pemuda MTA harus terus meyakini beberapa poin penting dalam berdakwah.

Yakni pertama, Islam hanya dapat dimenangkan dengan dakwah

Kerugian besar ialah keengganan menyumbangkan potensi di medan dakwah

Kemenangan hanya datang pada mereka yang sabar dan yakin akan janji Allah

Kekuatan hanya bisa didapatkan dari persatuan

Sirnanya kebatilan adalah saat kebenaran digalakkan

Kemudian terakhir, mengaji ialah pendorong dan bukan pengganggu kesuksesan.

IMG-20170708-WA0002

Tinggalkan Balasan

Alamat surel Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Anda dapat menggunakan tag dan atribut HTML: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>