Category Archives: Uncategorized

Intisari Kawula : Sunatullah, Untung atau Buntung

Sunatullah adalah jalan Allah, artinya ketetapan atau ketentuan yang telah 10000000_466607777052582_9043948193221443584_n.mp4_snapshot_00.01.48_[2017.10.12_08.31.12]ditentukan oleh Allah bagi semesta alam. Semua yang bekerja, semua yang terjadi ini terangkai melalui sunatullah dan tidak ada yang terlepas darinya. Orang umum akan menyebutnya hukum sebab akibat. Alam ini adalah hardware dan memerlukan software untuk bekerja, software pengatur inilah yang dinamakan sunatullah.

Orang Islam hendaknya mempercayai sunatullah sebagai hukum sebab akibat agar selalu mengingat Allah. Segala sesuatu yang kita pandang seharusnya selalu dikaitkan dengan Allah. Dalam peristiwa hujan, hendaklah jangan hanya kita berpikir bahwa jika terjadi mendung  maka akan terjadi hujan. Tetapi hujan ini datang dari Allah. Bunga takkan mekar dengan sendirinya karena Allah lah yang memekarkan. Pengakuan terhadap sunatullah merupakan pengakuan terhadap kehadiran Allah pada setiap aspek kehidupan.

Manusia seharusnya belajar banyak pada sunatullah, tapi sayang umat Islam tidak mau belajar dari sunatullah dan hanya mengandalkan doa-doa tanpa ikhtiar. Sifat sunatullah ada dalam surat Fatir ayat 43 :

اسْتِكْبَاراً فِي الْأَرْضِ وَمَكْرَ السَّيِّئِ وَلَا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِ فَهَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا سُنَّتَ الْأَوَّلِينَ فَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَبْدِيلاً وَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَحْوِيلاً -٤٣-

karena kesombongan (mereka) di bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri. Mereka hanyalah menunggu (berlakunya) ketentuan/sunatullah kepada orang-orang yang terdahulu. ** Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi Allah, dan tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi ketentuan Allah itu.

*Yang dimaksud dengan “ketentuan/sunatullah orang-orang yang terdahulu” ialah turunnya azab kepada orang-orang yang mendustakan rasul.

Sunatullah tidak pernah menyimpang, jika seseorang tidak makan berhari-hari lapar hal itu juga berlaku pada orang lain di belahan bumi manapun. Sunatullah adalah kepastian, apabila Allah menetapkan seseorang bertakwa akan masuk surga maka siapapun yang bertakwa pasti masuk surga. Untuk itulah siapapun yang ingin masuk surga maka harus bertakwa, menjadi pribadi yang bertakwa ini tentu harus melalui proses dan yang inilah bernama sunatullah.

Jika ingin agar dakwah sukses kaitannya dengan sunatullah, maka sunatullahnya harus bersatu dalam jamaah. Karena dakwah memerlukan finansial, maka ada yang namanya infaq. Karena dakwah juga akan terus sampai hari kiamat, maka ada sunatullah namanya pernikahan. Kalian para generasi muda yang sudah seharusnya melanjutkan perjuangan dakwah, yang telah dididik semenjak kecil seharusnya dapat melanjutkan perjuangan orang tua.Hal ini telah menjadi estafet dakwah dari zaman Rasulullah sampai sekarang, meski tidak ada jaminan bahwa ada dari kita yang merupakan keturanan nabi.

Akhir kata, sunatullah seharusnya menjadi pola pikir utama bagi seorang muslim agar tidak terjebak dalam pemahaman yang salah tentang takdir. Allah memang suah menetapkan kepastian dalam bentuk sunatullah, tinggal bagaimana kita bereproses melaluinya.