Pimpinan Pusat MTA Lantik Pengurus IMAMTA Putra dan Putri

SOLO,- Kini diusianya yang ke-11 tahun, Ikatan Mahasiswa Majlis Tafsir Al Qur’an (IMAMTA) Solo masih mampu menunjukkan jati dirinya sebagai lembaga dakwah Islam di lingkungan kampus. Pada tahun ini, estafet kepemimpinan IMAMTA More »

IMAMTA Sukses Adakan Pemilihan Ketua Baru

SOLO- Ikatan mahasiswa Majlis Tafsir Al-Qur’an (IMAMTA) adakan acara sarasehan bersama anggota, alumni dan pembimbing IMAMTA pada Sabtu (4/04/2015) pagi. Acara yang dilaksanakan di gedung pusat yayasan MTA ini bertujuan untuk mngelar More »

Sosialisasi PTN/PTS Bareng IMAMTA Solo

SOLO,- Ikatan Mahasiswa Majlis Tafsir Al-Qur’an (IMAMTA) Solo gelar sosialisasi tentang perguruan tinggi negeri dan swasta (PTN/PTS) di wilayah Solo Raya pada, Rabu (9/12/2014) siang. Kegiatan yang mengambil tempat di masjid Al-Furqon More »

SMA MTA feat IMAMTA Solo, Seminar Motivasi sampai Menghias Takjil

SOLO,- Sudah menjadi agenda rutin IMAMTA (Ikatan Mahasiswa MTA) Solo mengadakan kunjungan ke SMA MTA Surakarta. Seperti kemarin, Jumat 26 Juli 2013 pasukan IMAMTA putri bertolak dari Cabang Jebres 2 yang merupakan More »

 

Intisari Kawula : Sunatullah, Untung atau Buntung

Sunatullah adalah jalan Allah, artinya ketetapan atau ketentuan yang telah 10000000_466607777052582_9043948193221443584_n.mp4_snapshot_00.01.48_[2017.10.12_08.31.12]ditentukan oleh Allah bagi semesta alam. Semua yang bekerja, semua yang terjadi ini terangkai melalui sunatullah dan tidak ada yang terlepas darinya. Orang umum akan menyebutnya hukum sebab akibat. Alam ini adalah hardware dan memerlukan software untuk bekerja, software pengatur inilah yang dinamakan sunatullah.

Orang Islam hendaknya mempercayai sunatullah sebagai hukum sebab akibat agar selalu mengingat Allah. Segala sesuatu yang kita pandang seharusnya selalu dikaitkan dengan Allah. Dalam peristiwa hujan, hendaklah jangan hanya kita berpikir bahwa jika terjadi mendung  maka akan terjadi hujan. Tetapi hujan ini datang dari Allah. Bunga takkan mekar dengan sendirinya karena Allah lah yang memekarkan. Pengakuan terhadap sunatullah merupakan pengakuan terhadap kehadiran Allah pada setiap aspek kehidupan.

Manusia seharusnya belajar banyak pada sunatullah, tapi sayang umat Islam tidak mau belajar dari sunatullah dan hanya mengandalkan doa-doa tanpa ikhtiar. Sifat sunatullah ada dalam surat Fatir ayat 43 :

اسْتِكْبَاراً فِي الْأَرْضِ وَمَكْرَ السَّيِّئِ وَلَا يَحِيقُ الْمَكْرُ السَّيِّئُ إِلَّا بِأَهْلِهِ فَهَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا سُنَّتَ الْأَوَّلِينَ فَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَبْدِيلاً وَلَن تَجِدَ لِسُنَّتِ اللَّهِ تَحْوِيلاً -٤٣-

karena kesombongan (mereka) di bumi dan karena rencana (mereka) yang jahat. Rencana yang jahat itu hanya akan menimpa orang yang merencanakannya sendiri. Mereka hanyalah menunggu (berlakunya) ketentuan/sunatullah kepada orang-orang yang terdahulu. ** Maka kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi Allah, dan tidak (pula) akan menemui penyimpangan bagi ketentuan Allah itu.

*Yang dimaksud dengan “ketentuan/sunatullah orang-orang yang terdahulu” ialah turunnya azab kepada orang-orang yang mendustakan rasul.

Sunatullah tidak pernah menyimpang, jika seseorang tidak makan berhari-hari lapar hal itu juga berlaku pada orang lain di belahan bumi manapun. Sunatullah adalah kepastian, apabila Allah menetapkan seseorang bertakwa akan masuk surga maka siapapun yang bertakwa pasti masuk surga. Untuk itulah siapapun yang ingin masuk surga maka harus bertakwa, menjadi pribadi yang bertakwa ini tentu harus melalui proses dan yang inilah bernama sunatullah.

Jika ingin agar dakwah sukses kaitannya dengan sunatullah, maka sunatullahnya harus bersatu dalam jamaah. Karena dakwah memerlukan finansial, maka ada yang namanya infaq. Karena dakwah juga akan terus sampai hari kiamat, maka ada sunatullah namanya pernikahan. Kalian para generasi muda yang sudah seharusnya melanjutkan perjuangan dakwah, yang telah dididik semenjak kecil seharusnya dapat melanjutkan perjuangan orang tua.Hal ini telah menjadi estafet dakwah dari zaman Rasulullah sampai sekarang, meski tidak ada jaminan bahwa ada dari kita yang merupakan keturanan nabi.

Akhir kata, sunatullah seharusnya menjadi pola pikir utama bagi seorang muslim agar tidak terjebak dalam pemahaman yang salah tentang takdir. Allah memang suah menetapkan kepastian dalam bentuk sunatullah, tinggal bagaimana kita bereproses melaluinya.

Silaturahim Nasional Pemuda MTA dan Pelantikan Pengurus Imamta

IMG-20170708-WA0004

Tanggal 8 Juli 2017 lalu Pemuda MTA dan IMAMTA mengadakan acara Silaturahim Nasional Pemuda MTA dan Pelantikan Imamta yang diikuti oleh 1359 peserta. Acara dimulai pada pukul delapan pagi dan bertempat di gedung pusat MTA. Acara diawali dengan pembacaan Al-Quran oleh Ari Ismail, lalu disusul dengan pengisian motivasi dari ketua 2 pemuda pusat yakni Dr. Amir Husni S.Pi., M.P. Acara kemudian dilanjutkan dengan presentasi dari tim dakwah online tentang pentingnya penggunaan media sosial dalam dakwah. Setelah presentasi tersebut, acara dilanjutkan dengan pelantikan pengurus Imamta dengan sambutan dari ketua pemuda MTA yakni Dr. Eng. Wahyul Amin Syafei, ST, MT.

Dalam daftar kepengurusan yang baru, Ketua Umum masih dipegang Ari Ismail melanjutan kepengurusan tahun lalu, dibantu oleh wakil ketua umum yakni Sholahuddin Al Ayubi dan Khatman Hasan. Dalam kepengurusan baru ini terdapat jabatan ketua regional. Diantaranya ialah ketua regional UNS, yakni Abdullah Jaelani. Ketua regional UMS, yakni Sopiyan dan IAIN yang dijabat oleh Dwi Raharjo.

IMG-20170708-WA0003

Jabatan sekertaris dijabat oleh Akbar Maulana Utama dibantu oleh Muhammad Ilyas. Kemudian Bendahara dijabat oleh Dzulfiqar Ahmad dan Galih. Untuk Sie Dakwah dan Keilmuan diketuai oleh Fairus Izzudin dibantu oleh Shaffan Burhan dan Muhammad Mukhtar. Senbtara itu Sie Kominfo dijabat oleh Nur Wahid Hasan dibantu oleh Muhammad Yusuf. Lalu Sie Kaderisasi dijabat oleh Muhammad Naufal Syarifudin dan Shifaul Falah. Kemudian yang terakhir bidang Bakat Minat dijabat oleh Aulia Fathurahman dan dibantu oleh Gunna Musa Rantau.

Acara pelantikan dan foto bersama pengurus Imamta baru dan kepemudaan dengan Al Ustadz Drs. Ahmad Sukina dilanjutkan dengan pengisian oleh beliau Al-Ustadz. Dalam tausiyahnya Al-Ustadz berpesan agar para pemudia tak bosan-bosannya berdakwah. Seusai tausiyah, acara ditutup dengan sholat dzuhur berjamaah dan acara makan bersama dalam rangka silaturahim dan pengakraban pemuda MTA.

Selanjutnya beliau berpesan kepada peserta yang hadir untuk mensyukuri nikmat Allah SWT, dengan mengutipkan QS. Luqman ayat 12 :
وَلَقَدْ آتَيْنَا لُقْمَانَ الْحِكْمَةَ أَنِ اشْكُرْ لِلَّهِ وَمَن يَشْكُرْ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ اللَّهَ غَنِيٌّ حَمِيدٌ
Dan sesungguhnya telah Kami berikan hikmat kepada Luqman, yaitu: “Bersyukurlah kepada Allah. Dan barangsiapa yang bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang tidak bersyukur, maka sesungguhnya Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji”.

Al-Ustadz juga menyampaikan agar hadirin pada pengajian hari itu untuk senantiasa bergaul dengan para pecinta ngaji, sebagaimana dalam surat Al-Kahfi ayat 28
وَاصْبِرْ نَفْسَكَ مَعَ الَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِالْغَدَاةِ وَالْعَشِيِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُ وَلَا تَعْدُ عَيْنَاكَ عَنْهُمْ تُرِيدُ زِينَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَلَا تُطِعْ مَنْ أَغْفَلْنَا قَلْبَهُ عَن ذِكْرِنَا وَاتَّبَعَ هَوَاهُ وَكَانَ أَمْرُهُ فُرُطاً
Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhaan-Nya; dan janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia ini; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.

Sementara itu dalam surat Al-Anfal ayat 28, Al Ustadz juga menyampaikan agar kita tidak silau akan gemerlap dunia dan lalai dari mengingat Allah, apalagi menuruti hawa nafsu.

وَاعْلَمُواْ أَنَّمَا أَمْوَالُكُمْ وَأَوْلاَدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ اللّهَ عِندَهُ أَجْرٌ عَظِيمٌ

Dan ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai cobaan dan sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar.

Dalam hal keimanan, Al-Ustadz berpesan bahwa untuk memupuk keimanan, hendaknya janganlah bergaul dengan mereka yang lalai akan perintah Allah dan bergaullah dengan mereka yang mencintai Allah. Dengan iman yang subur, kecintaan terhadap Al-Quran akan makin meningkat dan akan memudahkan dalam mengerti dan memahami pokok-pokok ajaran Islam.

Al-Ustadz juga menambahkan, agar Imamta dan Pemuda MTA harus terus meyakini beberapa poin penting dalam berdakwah.

Yakni pertama, Islam hanya dapat dimenangkan dengan dakwah

Kerugian besar ialah keengganan menyumbangkan potensi di medan dakwah

Kemenangan hanya datang pada mereka yang sabar dan yakin akan janji Allah

Kekuatan hanya bisa didapatkan dari persatuan

Sirnanya kebatilan adalah saat kebenaran digalakkan

Kemudian terakhir, mengaji ialah pendorong dan bukan pengganggu kesuksesan.

IMG-20170708-WA0002

Pelantikan Pengurus Baru IMAMTA UMS

Kamis, 19 Januari 2017IMG_20170119_132733_180_1

Bismillahirrahmanirrahim..

Assalamuallaikum wr.wb

Segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam, tiada satu pun zat yang pantas untuk disembah selain Dia. Tak lupa sholawat serta salam senantiasa tercurah ke hadirat Nabi Muhammad SAW karena berkat perjuangan dakwah Nabi Muhammad SAW, kita semua dapat merasakan manisnya Islam, indahnya Islam dan kesempurnaan agama Islam ini. Syekh Muhammad Abduh pernah berkata, “Keindahan Islam tertutup oleh perilaku orang Islam sendiri”, maka tak heran jika Islam sering kali dijudge miring berlawanan dengan Islam itu sendiri. Maka disini kami Ikatan Mahasiswa Majelis Tafsir Al-Quran Universitas Muhammadiyah Surakarta (IMAMTA UMS) mencoba mengembalikan paradigma umum yang salah mengenai agama Islam tercinta ini.

IMAMTA UMS merupakan suatu wadah untuk memperdalam ilmu agama, yang pada akhirnya diharapkan tercipta kader-kader Islam yang siap mengemban dakwah dimasa mendatang, kader-kader Islam yang diharapkan mampu mengembalikan paradigma umum yang keliru mengenai agama Islam tercinta ini.

Alhamdulillahirobil‘alamin pada hari Rabu, 18 Januari 2017atau tanggal 19 Rabiu’tsani 1438, IMAMTA UMS telah melaksanakan pelantikan kepengurusan yang baru. Adapun tujuan diadakannya pelantikan kepengurusan baru ini adalah untuk meregenerasi kepengurusan IMAMTA UMS dan untuk memberikan pengalaman dalam mengemban amanah kepada kepengurusan yang baru. Acara berlangsung di Majelis MTA Cabang Kartasura I (Majelis Makamhaji), dengan mengukuhkan Sopiyan, mahasiswa semester tiga jurusan Akuntansi Syariah, sebagai ketua baru periode 2017/2018 menggantikan Addam Mufti Rohmani, adapun pengukuhan pengurus dilakukan oleh Ustadz Sumadi, S.Pd selaku pengasuh IMAMTA UMS.

Acara ini mengundang perwakilan dari IMAMTA se-Solo Raya,meliputi IMAMTA Pusat, IMAMTA UNS, IMAMTA IAIN dan IMAMTA Mambaul Ulum. Acara berlangsung dengan khidmat, yang dapat dilihat dari antusias tinggi para jamaah saat mendengarkan nasihatyang disampaikan oleh ustadz Sumadi, S.Pd. Beliau menekankan kepada para jamaahuntuk menjauhi sifat taswif (menunda-nunda kebaikan) dan menghindari menunda-nunda sholat karena menunda sholat  berarti menunda segalanya. Hasab Basri berkata,“Seberapa kamu mengubah sholat, seberapa juga kamu mengubah kehidupan”. Adapun pesan untuk pengurus baru antara lain yang pertama,jangan pernah bosan mengajak orang untuk mengaji,yang kedua, selalu tingkatkan kedisiplinan dikalangan pengurus karena pengurus juga menjadi contoh serta menentukan disiplin atau tidaknya anggota, danyang ketiga, jalankan program kerja yang ada dengan istiqomah,  jangan membuat program kerja yang ngoyoworo (mengada-ada).

Tanpa kesulitan yang berarti acara ditutup pada pukul 17.30 WIB dengan ucapan bacaan hamdalah secara serentak dan doaKafarahtul Maj’lis dipandu oleh MC yang bertugas.

Penulis,

Sopiyan